Kepala Desa Tanjung Barus Berlin Ok, ” Demi Masyarakat Saya Akan Teruskan Pembangunan SPAM Ini.”

banner 120x600
banner 468x60

Beritarakyat.online | Tanah Karo – Barusjahe. Penolakan masyarakat desa Kabung Kecamatan Barus Jahe dengan adanya Pembangunan Proyek SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) ke desa Tanjung Barus, tidak ditanggapi oleh masyarakat Tanjung Barus.
Hal ini diungkapkan oleh kepala desa Tanjung Barus (Berlin Ok) saat beberapa wartawan datang berkunjung ke desa Tanjung Barus untuk konfirmasi Rabu (8/11/2023).

Berlin Ok mengatakan bahwa ” Pembangunan SPAM ini akan tetap berlanjut, karena kami masyarakat Tanjung Barus sangat membutuhkan Air Bersih. Kami juga sudah mengadakan rapat yang dihadiri oleh Camat Barusjahe, Kapolsek Barusjahe dan Danramil Barusjahe.” terangnya.

Berlin Ok juga mengatakan bahwa “Pembangunan Proyek SPAM yang senilai 1,7 M ini adalah pekerjaan PUPR, memang sebelum kejadian ribut ribut, pekerjaan itu dikerjakan oleh tukang dari PUPR, namun karena adanya keributan dengan masyarakat Kabung mereka tidak berani lagi melanjutkan pekerjaannya, sehingga diambil alih oleh masyarakat Tanjung Barus dengan cara bergotong royong, mengingat pekerjaan ini harusnya selesai pada tanggal 20 Oktober 2023, namun dengan adanya kejadian ini pembangunan yang sudah 40% ini tertunda, sehingga diperpanjang oleh pihak PUPR sampai bulan Desember 2023. Jika sampai bulan Desember 2023 juga belum selesai maka dana yang dianggarkan akan hangus. Daripada pekerjaan itu hangus kan lebih baik kami masyarakat Tanjung Barus bergotong royong untuk menyelesaikan pembangunan proyek SPAM tersebut,” ujar Berlin.

Jangan Lewatkan :  Pemkab dan DPRD Toba Tandatangani Nota Kesepakatan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2023

Berlin juga menjelaskan bagaimana awalnya proses Pembangunan SPAM didesa Tanjung Barus ” masyarakat desa Tanjung Barus mengetahui ada mata air di Kawasan Hutan Nasional, karena masyarakat desa Tanjung Barus sangat kekurangan dan membutuhkan air bersih maka pada tahun 2022 diajukan permohonan ke PUPR, setelah memenuhi kelengkapan persyaratan maka permohonan masyarakat desa Tanjung Barus dipenuhi oleh PUPR dengan menggunakan dana DAK (Dana Alokasi Khusus) dari Pusat.
Mengenai keberatannya masyarakat Kabung dengan pembangunan SPAM ini, sebetulnya sangat tidak beralasan. Mengapa masyarakat Kabung merasa keberatan jika pembangunan SPAM ini tidak mengganggu wilayah desa mereka, dan sebelumnya sudah atas persetujuan dari kepala desa Kabung, yang mana kepala desa Kabung sudah menanda tangani surat pernyataan batas wilayah desa Kabung. Lebih lanjut Berlin Ok menerangkan bahwa selaku kepala desa Tanjung Barus mengatakan sebisa mungkin akan berupaya jangan sampai ada bentrok, karena kami semua ini masih keluarga.” Terang Berlin.

Jangan Lewatkan :  Kejari Toba Sosialisasi Hukum Pengelolaan Dana Desa

Berlin juga menyatakan rasa kasihannya terhadap kepala desa Kabung, karena masyarakat Kabung beranggapan bahwa kepala desa sudah ada dil dilnya dengan kepala desa Tanjung Barus, memfitnah kepala desa Kabung sudah menerima sejumlah uang bahkan Berlin mengatakan bahwa kepala desa Kabung pernah disekap/disandera oleh masyarakatnya supaya menanda tangani surat pernyataan ketidaksetujuannya atas pembangunan SPAM itu, “vidio penyanderaan kepala desa Kabung ini ada semua sama saya,” ucap Berlin Ok.

Jangan Lewatkan :  Bupati Dosmar Banjar Nahor: Tidak Ada Hutan Adat Di Humbang Hasundutan.

Kembali kepala desa Tanjung Barus ini mengatakan bahwa Pembangunan SPAM ini akan kami teruskan dan ini atas persetujuan PUPR Kabupaten Karo dan Camat Barusjahe.
(Citra Yahuza)

banner 468x60