Warga Soroti Pengelolaan Dana Bos Rp1,2Miliar Tahun Anggaran 2022 SMA Negeri 1 Tarutung

banner 120x600
banner 468x60

TAPUT – Pengelolaan Dana Bos yang berjumlah Rp. 1,2Miliar tahun anggaran 2022 di SMA Negeri 1 Tarutung tidak lepas dari sorotan masyarakat. Faktanya menurut beberapa narasumber bahwa penggunaan tersebut diduga rawan penyelewengan sebab dengan banyaknya Dana Bos yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat masih saja sekolah tersebut dipungut biaya dari orang tua siswa.

“ Kalau hal itu benar Rp. 1,2 Miliar mengapa masih dibebankan biaya sekolah dari orang tua siswa.? Dan kemana saja anggaran Dana Bos itu digunakan?” ujar Simanungkalit salah satu orang tua siswa dari SMA Negeri 1 Tarutung.(02 Oktober 2023)

Menurutnya, hal ini juga patut diduga adanya penyalahgunaan dalam pengelolaan anggaran Dana Bos Tahun anggaran 2023 tersebut.

Perpustakaan SMA Negeri 1 Tarutung

Diketahui, pencairan Dana Bos Rp.1,2Miliar tersebut terbagi atas tiga tahapan. Dimana penggunaannya untuk pengembangan Perpustakaan selama tahun 2022 sebanyak Rp. 246.184.500 dan lainnya yang menjadi menimbulkan pertanyaan dimasyarakat.

Jangan Lewatkan :  Pemerintah Kabupaten Toba gelar Perayaan Bona Taon 2024

Herbin Togatorop mantan kepala sekolah SMA Negeri 1 Tarutung yang sekarang menjabat sebagai sekolah SMA Negeri 1 Siborong-borong sebagai pengelola anggaran Dana Bos SMA Negeri 1 Tarutung, Ditemui dan ingin konfirmasi langsung dengan beliau terkait tudingan miring terkait Dana Bos tersebut, namun Herbin sedang tidak berada di SMA Negeri 1 Siborong-borong,

“ Pak Kepala sekolah sedang tugas diluar kota,” jawab satpam SMA N 1 Siborong-borong.(02 Oktober 2023)

Tim Awak media mencoba menghububgi Herbin Togatorop lewat aplikasi WA, dan membenarkan jumlah Dana Bos tersebut.

“ Benar. Sesuai jumlah siswa kita kan Bro ?” jawab Herbin lewat aplikasi WA.(02 Oktober 2023)

Jangan Lewatkan :  Polres Humbahas Berhasil Ungkap 18 Kasus Periode September Sampai November 2023

Ditanya terkait penggunaan Dana Bos yang paling mencolok adalah pengembangan perpustakaan yang menelan biaya sejumlah Rp. 246.184.500,

“ Belanja Buku itu Bro. Literasi, Buku Wajib, Peminatan dan Lintas minat. Mauliate” jawabnya.

Ditanya tentang biaya yang besar digelontorkan untuk ekstrakulikuler yang menelan biaya yang pantastis dan mengapa masih membebankan orang tua siswa, apakah anggaran tersebut masih kurang?

Hingga berita ini diterbitkan, Herbin Togatorop mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 yang sekarang menjabat Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Siborong-borong belum bersedia menjawab pertanyaan tersebut.

Sebelumnya, dari penelusuran Tim Fokus News di SMA Negeri 1 Tarutung. Salah satu guru SMA Negeri 1 Tarutung menjelaskan bahwa dalam pengelolaan Dana Bos tahun 2022 tidak Dia ketahui, sebab menurutnya bahwa yang mengelola Dana Bos itu adalah Kepala bersama bagian perpustakaan.

Jangan Lewatkan :  Dana Desa Aek Unsim Rp 131 Juta Hilang Saat Parkir

“ Saya tidak pernah dilibatkan terkait pengelolaan Dana Bos tahun 2022 tersebut. Kepsek sendiri yang mengelola bersama bagian pembelanjaan Buku Perpustakaan.” Jawab salah satu guru SMA Negeri Tarutung.

Tim Awak media masih terus berupaya konfirmasi demi menggali informasi terkait penggunaan Dana Bos Tahun Anggaran 2022 di SMA Negeri 1 Tarutung.

(Timbul)

banner 468x60
Editor: Redaksi